Rabu, 16 September 2020

PARADIGMA REKAM MEDIS

 

A.    Pengertian Paradigma

Paradigma merupakan suatu cara pandang seorang individu itu terhadap dirinya sendiri dan juga lingkungannya yang mana hal tersebut tentu akan mempengaruhi dari cara berpikir (kognitif), bersikap (afektif), serta juga cara bertingkah laku (konatif).

Pendapat lain juga menyebutkan bahwa paradigma merupakan seperangkat keyakinan, asumsi, ide, teori, konsep, nilai, serta juga praktik yang diterapkan di dalam memandang realitas pada sebuah komunitas yang sama, khususnya itu di dalam disiplin ilmu. Dari penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa istilah paradigma ini umumnya merujuk pada cara atau pola berpikir atau juga cara penyelesaian masalah yang dilakukan manusia.

B.    Pengertian Manajemen Informasi Kesehatan

Manajemen Informasi Kesehatan adalah pengelolaan yang memfokuskan kegiatannya pada pelayanan kesehatan dan sumber informasi pelayanan kesehatan dengan menjabarkan sifat alami data, struktur dan menerjemahkannya ke berbagai bentuk informasi demi kemajuan kesehatan dan pelayanan kesehatan perorangan, pasien dan masyarakat.

Manajemen Informasi Kesehatan adalah sebuah frase yang digunakan untuk menggambarkan proses pengumpulan dan penggunaan data yang dikumpulkan oleh banyak orang yang berbeda, di tempat yang berbeda, tentang layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien secara individu ataupun secara kelompok. Manajemen informasi kesehatan dapat menggambarkan di antara keduanya, yaitu baik merupakan sebuah proses maupun sebuah pilihan karir orang-orang yang bekerja dalam bidang pengelolaan informasi kesehatan yang bekerja tersebar luas di berbagai bidang kesehatan dan bidang lain yang terkait dengan kesehatan.

Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) adalah praktek pemeliharaan dan perawatan rekam kesehatan baik dengan cara tradisional (paper-based) maupun dengan elektronik di rumah sakit, klinik dokter, departemen kesehatan, perusahaan asuransi kesehatan, dan fasilitas lain yang memberikan pelayanan dan pemeliharaan catatan kesehatan. Dengan komputerisasi yang besar (kompleks) terhadap catatan kesehatan dan sumber informasi lain, informatika kesehatan dan teknologi informasi kesehatan sedang mengalami peningkatan penggunaannya dalam praktek manajemen informasi di bidang pelayanan kesehatan.

C.    Perubahan Paradigma Rekam Medis

Perubahan paradigma rekam medis menjadi informasi kesehatan adalah sumber data dalam perencanaan rumah sakit.Yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Manajemen informasi kesehatan merencanakan sistem informasi, mengembangkan kebijakan kesehatan, dan mengidentifikasi kebutuhan informasi saat ini dan masa mendatang. Selain itu, mereka dapat menerapkan ilmu informatika untuk pengumpulan, penyimpanan, penggunaan, dan release informasi sesuai dengan kepentingan hukum profesional, etis dan persyaratan administratif untuk penyediaan layanan kesehatan. Mereka bekerja dengan data klinis, data epidemiologi, data demografik, data finansial, data referensi, dan data pelayanan kesehatan dalam bentuk kode.

Seiring perkembangan zaman, paradigma rekam medis kini mengalami berbagai perubahan dari yang awalnya menggunakan metode manual dan tradisional dalam hal mengolah data pasien , kini beralih menggunakan sistem pengolahan data elektronik.

D.    Perbedaan Paradigma Lama dan Baru

   Paradigma adalah seperangkat dugaan, konsep, nilai dan praktik yang membentuk cara pandang tentang suatu kenyataan di kalangan masyarakat yang terlibat terutama dalam disiplin intelektual.

   Pergeseran paradigma pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan dari pemikiran tradisional yang menekankan pada unsur unit kerja (departement based), serta pengawasan rekam medis (physical unit control), ke arah paradigma baru yaitu Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) yang fokus pelayannnya ditujukan pada unsur informasi dengan tugas-tugas yang menekankan pada penngumpulan, analisis, desiminasi informasi yang tertuju pada cakupan pengguna informasi yang lebih luas, seperti kepentingan administrator, manajer, provider (pemberi layanan kesehatan), dan pasien. "Good Clinical Governance" merefleksikan kinerja institusi pelayanan kesehatan melakukan pembenahan dalam sistem pencatatan, pengolahan data dan analisa data medis secara integrated, lengkap, akurat, tepat waktu, dan mutakhir.

   Perubahan paradigma baru, dari rekam medis tradisional menjadi rekam medis modern atau Manajemen Informasi Kesehatan (MIK), mengharuskan semua unit/instalasi rekam medis (RM) / Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) pada suatu institusi pelayanan kesehatan, dalam hal ini rumah sakit, harus berbenah dan mempersiapkan untuk menyongsong kearah perubahan tersebut. Hal pokok dalam perubahan paradigma baru tersebut adalah teknologi informasi, sebelumnya rekam medis manual menjadi rekam medis (RM)/Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) elektronik.

Adapun beberapa perbedaan diantara paradigma lama dan baru diantaranya :

1.      Tempat Kerja

Rekam medis tradisional bekerja dalam ruang unit kerja bagian bagian,departemen dan seksi. Sedangkan paradigma baru bekerja dalam unit bagian basis informasi.

2.      Model Produk Rekam Medis

Pada paradigma lama model produk berupa bentuk fisik rekam medis, sedangkan pada paradigma baru model produk berupa butiran data,model data,serta data audit (data untuk bahan evaluasi).

3.      Tampilan

Pada paradigma lama tampilannya dikumpulkan secara agregat dan dipresentasikan formulir dan desain rekam medis, sedangkan pada paradigma baru tampilan berupa pengumpulan secara elektronik sumber data atau pengetahuan digunakan secara simultan atau bersamaan menggunakan statistik dan model data.

4.      Isi Rekam Medis

Pada rekam medis tradisional isi berupa formulir dan desain rekam medis, sedangkan pada paradigma baru isi berupa alur data,perkembangan aplikasi,penunjang aplikasi,penerapan logical data,rekayasa ulang (reengineering).

5.      Aspek Hukum

Pada paradigma lama aspek hukum berupa kerahasiaan dan pelepasan informasi sedangkan pada paradigma baru berupa program sekuritas (keamanan),audit serta pengawasan.

E.    Perbedan Dalam Metode Pengisian Lembar Rekam Medis Serta Monitoring Produktivitas

Pada rekam medis tradisional dan rekam medis modern ada perbedaan dalam metode pengisian lembar rekam medis.Pada rekam medis tradisional, pengisian rekam medis menggunakan metode kuantitatif. Metode ini menekankan pada terisi penuh atau tidak nya sebuah rekam medis pasien tanpa melihat benar atau tidaknya pengisian rekam medis.

Sedangkan pada rekam medis modern, pengisian rekam medis selain harus terisi penuh juga memperhatikan pengisian rekam medis secara benar, dimana sesuai dengan data yang diminta dan pada kolom yang benar.

Dalam unit rekam medis montoring produktivitas dilakukan oleh unit assembling, dimana unit ini bertugas untuk mengatur banyaknya formulir yang digunakan oleh unit yang lainnya. Bilamana salah satu unit membutuhkan 100 lembar formulir dengan format tertentu, maka unit tersebut harus memberikan laporan kepada unit Assembling untuk selanjutnya diproses dan diberikan kemudian.

Fungsi pencatat data pendaftaran pasien rawat jalan dan rawat inap yang bertanggung jawab terhadap:

1.         Penggunaan formulir rekam medis untuk pelayanan pasien

2.         Penggunaan nomor rekam medis agar tidak terjadi duplikasi.

F. Peran Baru Tenaga Rekam Medis Berdasarkan Paradigma Baru

Dengan adanya paradigma baru, peran profesi rekam medis (dalam konteks tradisional) berubah. Perubahan ini melahirkan konsep referensi global mengenai tujuh peran strategi baru yang dirancang oleh American Health Information Management Association (AHIMA) dan diharapkan mulai dapat terwujud tahun 2006 (vision 2006) serta sekaligus sebagai pendorong kuat bagi kemajuan profesi MIK.

     Peran tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan tersebut yaitu sebagai berikut :

1.   Manajer MIK (health information manager), sebagai manajer (kepala unit) MIK dari sistem yang terintegrasi, ia bertanggung jawab untuk memberikan arahan tentang fungsi MIK bagi seluruh cakupan organisasi. Ia dapat menduduki posisi lini ataupun staf serta bekerjasama dengan pimpinan informasi puncak maupun dengan para pengguna aplikasi, perbaikan kualitas data, kelancaran akses data, kerahasiaan, sekuritas dan penggunaan data.

2.   Spesialis data klinis (SDK) (Clinical Data Specialist), sebagai SDK ia bertanggung jawab terhadap fungsi manajemen data dalam berbagai aplikasi termasuk kode klinis, keluaran manajemen, penanganan registrasi khusus dan database untuk keperluan riset.

3.   Koordinator informasi pasien (KIP) (Patient Information Coordinator) merupakan peran baru praktisi MIK. Sebagai KIP, tugasnya membantu konsumen menangani informasi kesehatan pribadinya, termasuk riwayat kesehatan pribadi dan tentang pelepasan informasi. KIP juga membantu konsumen dalam memahami berbagai pelayanan yang ada di indtansi pelayanan kesehatan dan menjelaskan cara mendapatkan akses ke sumber informasi kesehatan (perpustakaan, sumber kesehatan dan lainnya).

4.   Manajer kualitas data (data quality manager), bertanggung jawab untuk melaksanakan fungsi manajemen data serta aktifitas perbaikan mutu secara berkesinambungan demi keutuhan integritas data organisasi; membantu kamus data; mengembangkan kebijakan, juga memonitor kualitas data dan audit.

5.   Manajer keamanan informasi (security manager) bertanggung jawab dalam mengatur sekuritas informasi secara elektronis; termasuk promosi atau penyebarluasan persyaratan sekuritas,kebijakan dan sistem tentang melakukan / mengeluarkan pendapat tentang sesuatu tanpa risiko dihukum (privilege system); dan pelaksanaan audit kinerja.

6.   Administrator sumber daya data (data resource administrator), tugasnya menangani sumber data organisasi termasuk betanggung jawab atas tempat penyimpanan data, bank data sebagai wujud rekam kesehatan masa depan. Ia juga melakukan manajemen data dan menggunakan perangkat teknologi terbatas komputer, menangani pelayanan sekarang atau kebutuhan mendatang secara lintas kontinum, melengkapi akses atas informasi yang dibutuhkan serta menjamin integritas data jangka panjang dan cara perolehannya.

7.   Riset dan spesialis penunjang keputusan (research analyst), tugasnya membantu pimpinan memperoleh informasi dalam mengambil keputusan dan perkembangan strategi dengan menggunakan berbagai perangkat analisis data dan basis data (database).

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://pendidikan.co.id/pengertian-paradigma/#:~:text=Pengertian%20paradigma.%20Pengertian%20paradigma%20ini%20adalah%20suatu%20cara,bersikap%20%28afektif%29%2C%20serta%20juga%20cara%20bertingkah%20laku%20%28konatif%29.

https://id.123dok.com/document/qvrejo0y-pendahuluan-belakang-masalah-manajemen-kembali-dokumen-sakit-medan.html

https://bosdokumen.blogspot.com/2015/03/praktik-tradisional-dan-paradigma-baru.html

https://irsa22.blogspot.com/2016/03/peran-dan-fungsi-tenaga-perekam-medis.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Informasi Beasiswa Dataprint 2020

Dikala pandemi saat ini banyak sekali para siswa di berbagai daerah yang mengalami kesulitan dalam segi ekonomi saat ini, perlunya biaya gun...